suatu saat
Derap langkah kakiku
Oleh :Susyati Rutas Ataupah S.Kep
Malam semakin larut,yang terdengar
hanya kesunyian malam dan suara jarum jam yang berdetak,diiringi suara jangkrik.....yang jarang di dengar di kota besar,aku bersyukur masih bisa mendengar suara kodok,suara suara jangkrik dan masih merasakan pekatnya malam.
jam menunjukkan pukul 00:00wib namun mata tak mampu terpejam dari ujung gedung masih terdengar suara obrolan dan kadang tawa di sela pembicaraan aku melangkah perlahan namun pasti,,,,mendekati datangnya suara...ku buka jendela selebar mungkin agar bisa melihat dan mendengar apa yang dibicarakan.
Dengan jari telunjuk aku memukul kening si oma yang masih saja ngobrol dengan dunia fantasinya sioma takmenghiraukan aku.setelah aku memastikan dia baik-baik saja aku kembali kekantor perawat,lagi-lagi pantat belum menyentuh kursi,bunyi ketukan di pinggir tempat tidur kembali berdentang...ufff..... siapa lagi......bisik ku dalam hati.bukan malas tapi keisengan pengguni disini selalu begitu, membuat kita yang jaga malam bukan saja sport jantung tapi memancing emosi.
Malam bergulir begitu lama rasanya,,dingin menembus sumsum karena hujan sedari sore belum juga reda,aku mencoba membuka laptop mencari jurnal yang bisa membantuku menyelesaikan tugas-tugas kuliah namun pikiran dan mata juga perasaan gak sinkron...mereka bekerja dengan fantasinya masing-masing akhirnya aku kalah.dan matapun tak dapat lagi dibuka aku hanyut dalam mimpi .....
Kringggg........kringgggg...kring....bunyi alaram menghentikan skenario mimpiku,aku lihat jam yang tergantung di dinding menunjukkan pukul 3:30wib.....sial........teriakku aku kesiangan........ apa bisa selesai aku memandikan pasien-pasienku.....waktuku hanya 2.5j am....tidak ada waktu lagi untuk mikir,,,tanpa sikat gigi ,cuci muka dan minum,aku memulai berpacu dengan Waktu, dua jam aku pergunakan dengan baik untuk menyelesaikan tugasku pagi ini tanpa suara,tanpa nada hanya derap langkah kakiku yang berkejaran seperti pacuan kuda,semua berjalan dengan mulus selesai tepat pada waktu aku kembali menyediakan sarapan pagi bagi penghuni panti ini.
kami tidak memasak karena sudah ada bagian masak kami hanya menyajikannya dan menyuapi mereka yang tak mampu menolong diri sendiri,,,pekerjaan yang mungkin tidak semua orang bisa
melakukannya,itu saja belum cukup dan masih kurang baik, dimata para penghuni ini.setelah semua pekerjaan ku beres aku kembali ke kamar untuk melepas penat setelah semalaman bergelut dengan waktu.
terlelap dalam mimipi siang hari menghilangkan kepenatan.
kembali lagi berperang menghadapi malam berikutnya masih dengan situasi yang sama namun kali ini beda cerita kalau tadi malam para lansia berbicara dengan fantasi masing- masing malam ini aku menemani oma yang tengah berjuang melawan sesak napas dan kegelisahannya....
.
aku mencoba menenangkannya dengan caraku sendiri walau rasanya itu tidak mungkin namun aku tau pelukan hangat penuh cinta akan mampu memberika ketenangan batin.
Puji Tuhan usahaku malam ini tak sia-sia selamat tidur mami.........
Komentar
Posting Komentar