Centennial Tower 28
RADO SI ANTIK DAN UNIK
Oleh : Sosyati Rutas Ataupah S.Kep
Hidup seorang diri itu ada enaknya ada susahnya enaknya itu kemana aja asalkan suka tiada yang melarang,,, susahnya kalau lagi badmood dan susah gak ada teman curhat, seperti yang aku rasakan saat ini ceritanya aku lagi galau mau tau ceritanya ikutin terus kisahnya di bawah ini
Teman antri para penggemar Rado
Siang ini iseng - iseng buka harta Karun peninggalan para lansia yang sudah usang mau di buang sayang aku simpan dalam kotak plastik yang sengaja aku tatarapih di kamar, disana ada 2 buah jam yang sudah berkarat dan mati mau di buang sayang.jam itu aku ambil danaaukkan kedalam kantong celana menuju tukang Service jam, siapa tau jnya bisa dipakai setelah sampai di tukang jam di emperan toko sang tukang Service bilang mba..... Ini jam mahal dalamnya emas mahal servicenya wihhh...... Tarkaget kaget ane ( untung gak pingsan).
Kira-kira dimana ya tempatnya gak putus asa karena aku suka tantangan aku searching di Mbah Google dan dapatnya di Jakarta Selatan. ( Aku jabani sangkin penasaran). Mandi dandan cap cus ke alamat yan di tuju
Bukan ini aja tapi maaih butu maps untuk sampaikesanakendaraan apa yang bisa mengantar bertanya pada yang jadi dedengkot Jakarta
Langkah seribu menuju stasiun kereta api, namun apalah daya hujan menemani sepanjang perjalananku, akhirnya pilihan satu-satunya adalah naik taxi online biar gak basah
Lima belas menit aku berhenti tepat di depan gedung yang tinggi menjulang dengan kagum melihat Centennial Tower berdiri dengan sombongnya menantang kedatanganku,aku melihat tubuh munggilku ,rambut keriting ku yang sudah mulai ubanan dan acak-acakan,dan melihat yang disekelilingku tampak necis tanpa kusut.
Untung tadi dandanan rapih ( sedikit legah karena tadi persiapan dandan dikit jadi gak malu maluin ). Melangkah dengan pastimasuk gedung yang angkuh ini akan ku taklukkan. Namun seketika langkah ku terhenti dan planga -plongo deh, gimana dan lewat mana masuknya semua sibuk seperti mesin pabrik yang lalu lalang tanpa memperdulikan orang di sekeliling terpaku kurang lebih lima sampai sepuluh menit aku mencoba memberanikan diri bertanya pada Security yang sedan berdiri di pojok ruangan (ingat pepatah yang bilang malu bertanya sesat di jalan )
Pak permisi dan maaf saya mau bertanya saya ingin ke sambilaku menyodorkan HP yang tertera alamat Centennial Tower level 28 gimana caranya pak ? Oh ibu boleh ke reseptionis dulu untuk tukar ID card dengan kartu visitor Okey terimakasih dan saya berjalan menuju arah yang di tu jukkan Security. Permisi Bu saya ingin ke lantai 28 " KTP nya Bu ?saya mengeluarkan dompet mengambil KTP dan menyerahkannya pada reseptionis yang ramah dan cantik di depanku.
Setelah itu saya langsung tap kartu dan masuk ke dalam lift, lantai 28 ohhh akhirnya sampai juga tapi kali ini aku lebih planga plongo karena binggung mau ke kiri atau ke kanan setelah mondar mandir sepuluh kali akhirnya aku milih ke arah kiri saya karena di sana ada seorang security yang lagi asyik main HP,
Permisi pak saya mau kesini sekali lagi saya tunjukkan Centennial yower level 28 ia ini Bu ibu mau Service jam kan? Silahkan pilih counter yang kosong, aku melangkah menuju counter yang lagi kosong seorang wanita cantik dengan senyum manis nya menyambutku, selamat siang ibu ada yang bisa di bantu..? Ia Bu saya mau Service jam yang mati dan kacanya pecah baik sambil menyodorkan baki berwarna hitam tempat menyimpan barang yang akan di Service
Selanjutnya ibu boleh isi formulir ini dulu ya.selesai juga kini giliran menunggu pengecekan dan berapa yang akan dibayar.
Setelah satu jam menunggu " ibu susyati " saya pak saya maju mendekat ke arah datangnya suara, " Bu maaf ya sperpart jam ibu sudah tidak produksi lagi karena ini jam model yang sudah lama" " oh...... Begitu pak baik lah kalau begitu semangat yang tadi membara padam seketika diguyur hujan kekecewaan yang sudah mematikan impianku memakai barang mahal dan unik.
Rado .... Si unik dan antik ternyata kita tak berjodoh dengan senyum kecewa dan puasaku meluangkahkan kakiku pasti keluar dari gedung yang angkuh dan sombong ini.
Di kebumikan wkwkkwkwkwkwkqkqk
Tut Tut Tut Naik kereta api tur Tut Tut siapa hendak ikut ke Bogor sama saya senyum puas dan bahagia sambil berdendang lembut aku duduk di belakang sang ojol yang subur dan semok menuju stasiun kereta api. Yang akan membawaku pulang ke kota hujan tempat dimana aku melayani para lansia di panti Werdha. kisahku di akhir September 2022.
Komentar
Posting Komentar