Tears

                      TEARS OF MY EYES
        Oleh : Sosyati Rutas Ataupah S.Kep


           Meneteskan air mata tidak selamanya karena sedih atau berduka Tapi bisa juga karena happy or got suprise for somebbody or get door prize and many reason for  tears drop..Definisih air mata ala penghuni nursing home dalam bahasa sehari- hari is air yang dikeluarkan dari mata yang disebabkan oleh kebahagiaan dan kesedihan  simple word tapi maknanya luas wkwkwkwk. So no need to shy of tears drop out of your eyes.

     Kisah di awali dari mimpi yang menandakan duka namun aku mencoba untuk menepisnya.namun tak dapat di elakkan.masih tergambar dengan jelas alur mimpi pertanda  buruk,waktu itu kebetulan saya bertugas jaga malam dan tiga Minggu sebelumnya sedikit ada percecokan sengit antara aku dan dia,singkatnya dia pergi ke kampus dan pulang  kerah so far akuasih bisa kirim SMS dan menanyakan kabar kadang di balas kadang gak namun aku gak sempat berpikir yang lain.

  " Hi... . Nona eeee,dia akan pergi jauh" 
  "Kemana ?"
 "Ke negaranya". 
"Balik lagi enggak ?"
"Kalau di ijinkan bapak ya dia akan kembal" 

Aku kembali bertanya karena merasa aneh siapa yang dimaksud dia oleh ibu tua yang berada di depanku ini dan kenapa di tau,dan 
dia yang mana, si India,sipakistan,siamrik? tanyaku lagi meyakinkan  kenapa ibu tua ini tau bukankah tinggalnya berbeda kepulauan dan dataran?, 
"Salah satu dari mereka"      jawab ibu tua itu singkat  aku kembali bertanya    "dia itu siapa  Ku kenal dia baik, dia sayang sama aku......?" Kuhujami wanita tua ini dengan banyak pertanyaan, tanpa menatapku wanita tua itu berkata.

"Dia sayang sekali sama kamu." 
dan ibu tua ini menuntun aku menuju suatu  gedung yang tidak asing adalah sebuah gedung Rumah Saki, kami melewati beberapa ruangan atau Pintu dan disana banyak sekali dia dia dia yang bersirdiri ya...
 dia papaku, dia bangku no satu ,dua dan tiga " mereka yang ibu maksud sambil meninjuk kearah papa dan ketiga bangku'

ini tanyaku singkat, oh....bukan terus dia siapa......? Nanti setelah melewati beberapa lorong Rumah Sakit kami masuk lewat sebuah lorong yg sempit dan gelap sampai di satu ruangan di sana aku bisa melihat Soorang pria sedang duduk, bertelanjang dada hanya menggunakan jeans belel tanpa di kancing aku langsung merangkul tubuh sispeknya dan berkata 
" kamu mau pulang ke negara kamu? apa karena pertengkaran kita ?" " Oh...bukan karena itu 
"Tapi aku di paksa pulang." 
""Berapa lama,masih dengan pelukan erat, "saya belum tau,  tapi kalau di ijinkan oleh bapak aku ,aku akan kembali"
"Kamu sudah tidak sayang lagi sama aku?"
"Aku ini sangat sangat memyayangi kamu,namun saat ini aku di paksa  untuk pulang. Bila suatu saat aku tak kembali ada seorang yang menyayangi kamu melebihi aku. Menyayangimu"

      Seketika aku dibawa kembali   oleh ibu tua tersebut, "Bu kira-kira tanggal berapa dia akan pulan?" aku kembali bertanya pada wanita tua yang berjalan di depanku sambil tanpae jawabaku terus mendesaknya namu. Si ibu tua tetap mbisu seribu bahasa aku merasa kehabisan akal 
"Ibu aku ingin mengantarnya pulang walau hanya di bandara jadi tolong bilang tanggal berapa Bu "? aku terus mendesak sambil menangis karena bosan dengan tangisan ku si ibu tua menoleh dengan wajah datar dan berkata  " tanggal duapuluha " 
tidak puas dengan jawabannya aku mendesak lagi    "dua puluh berapa ?
aku harus ijin kerja untuk mengantarnya tolong sebutkan tanggal ", sambil aku berlutut memohon tanpa menoleh si ibu tua berkata 
" sebelum tangal 24 dia sudah harus pulang" 

tambah sakit hati ini mendengarkan ucapan yang  membuat aku sesak napas karena aku menyayanginya aku menyesal telah bertengkar beberapa waktu lalu

       Melihat dimana kamu berada
Sekarang

   Permisi........ada orang...suara di balik pintu  Oh.....ternyata aku hanya mimpi namun mimpi itu mengganggu tapi aku diamkan saj dan berpikir siapa pria dalam mimpiku itu,karena aku tak dapat melihat mukanya dengan jelas ,aku takut siindia pergi meninggalkan ku walau aku tau dia tak mencintaiku Menurut aku aku yang lebih menyayangi nya,atau  siamerika....ohh kacau pikiran sudah tak sinkron lagi dengan hati. Selang beberapa hari aku sudah melupakannya namun kenapa  seperti nya aku rasakan sesuatu yang aneh namun aku tetap menyimpannya rapat-rapat karena aku terbiasa menceritakan segala bentuk mimpi dan perasaan hatiku pada  mama dan papa ,jadi kalau di diamkan rasanya tidak nyaman tapi aku gak tau kenapa bibirku terkunci rapat  untuk mengusir kegalauan aku mencoba membuat masker wajah herbal dengan menggunakan beberapa bumbu dapur.

  Kurang lebih  lima menit kok muka rasaua geli-geli gatal... aku berjalan mendekati kaca kecil yang  tergantung di kamar mandi dan membawanya ke ruang depan untuk berkaca, oh Tuhan betapa terkejutnya aku karena banyak binatang kecil putih atau disebut ulat pada sisa makanan busuk memenuhi wajahku aku aku gak menjerit namun aku merasa ada yang aneh,berlari menuju kamar mandi membersihkan muka dan mencoba menceritakan kejadian aneh ini pada papa dan mamaku melalui telepon...menurut papa ini bertanda takbaik kalau mama kita berdoa saja tidak terjadi apa-apa.. otakku mulai melanglang buana oh janga -jangan karena ini aku gak juga dapat teman tidur,,jangankan teman tidur teman jalan aja sudah, ohhh Tuhan buruk amat nasibku tapi siapa ? masa ia si ibu tua yang ada dalam mimipu? tapikan salah aku apa ya sampai si ibu tua itu marah?  atau aku pernah berkata kasar pada laki -laki?  Kepala ku pusing mencari kebenaran ku jatuh tersungkur dalam sujudku memohon yang terbaik namun biarlah kehendak Tuhan yang jadi bila itu sudah takdirku..             Sujudku dalam doa 

    Dua pekan sudah kamu tak memberiku kabar namun aku tau kamu pasti baik-baik saja disana dan sibuk dengan kuliahmu juga sibuk mabuk dan bersenang- senang dengan teman-temanmu.masih dengan  pikiran yang positif. Baru saja memikirkanmu sudah datang SMS mu.minta uang empat ratus ribu tapi entah mengapa saat itu aku tak merespon karena aku tak memiliki uang sejumlah itu.seperti biasa tak ada respon lagi bila kemauanmu tak dipenuhi akupun diam.

          menunggu kapan kamu pulang

Seperti hari lainnya sejak mimpi itu mengganggu hari-hariku aku kembali beraktivitas seperti sediakala melayani pasien tanpa masalah hal itu membuatku lupa akan mimpi dan kejadian aneh yang pernah aku alami jalan tanpa tujuan adalah hobi yang sering aku lakukan entah kenapa akhir+ akhir ini kaki  terikat erat di kamar kosant yang baru aku sewa berhubung perahan yang aku tempati cukup jauh dari tempat kerja dan di hitung-hitung ngurangi uang transport. Kamu masih belum juga datang apakah marahmu lebih besar dari rasa sayang yang aku miliki? Namun biarlah waktu ya g akan mendewasakan kamu.
         Sudah bergaya borju dari kecil

 
   Takterasa dua atau tiga bulan tak ada pertemuan hanya lewat WA pesan singkat sekedar menanyakan keadaanku akupun tak dapat memaksamu untuk selalu ada di sampingku, bukan karena aku berhenti menyayangimu tapi karena pilihan ada di tanganmu kamu bukan lagi anak kecil yang kalau di marah,di strap hanya bisa menangis setelah itu kembali kerumah,, kamu kini sudah tumbuh menjadi pria dewasa,pria yang punya mimpi dan cita-cita, itulah alasan aku membiarkanmu dengan piliham dan pergaulanmu walau sebenarnya aku tak menyetujuinya.tiba-tiba kegelisahan merajai hariku membuat otak ku tidak lagi sinkron dengan hatiku menyebabkan mataku tak mampu terpejam walau sedetik pada hal sudah beberapa hari saya shift malam ,kegelisahan yang tak dapat dikendalikan semakin terjadi namun otakku buntu tak mampu berpikir, bibirku pun kelu tak dapat meranggkai.

   Aku mencoba merebahkan tubuh di atas kasur tipis dikamar kost namun mata ini masih saja belum bisa di ajak kompromi dada ini terasa sesak seperti ditimpa beras lima puluh kilo gram,hati berkecamuk melawan rasa namun tak dapat terjawab.pukul dua puluh satu lebih tiga puluh menit tiba- tiba  hape ku berbunyi aku cepat meraupnya dan menjawab dengan terhesa-gesa
"Hallo.....
"Dek,ada kabar buruk tadi si Abang dapat telepon dari Jakarta kalau Olen lagi sakit keras"
Tanpa basa basi aku langsung membantai kata-kata kakakku dari seberang, karena baru saja tadi pagi aku di wa dan diaengatakan dia baik-baik saja,  "siapa yang bilang?" aku balik bertanya karena sudah malam, di Kupang sudah pukul sepuluh tiga puluh, "coba kamu cek karena Abang tidak bisa berangkat semalam ini karena tidak ada penerbangan paling juga besok pagi. Aku mulai menghubungi semua nomor hape yang ada dalam kontakku namun semua di luar jangkauan.Ohhhhh Tuhan apa yang sebenarnya terjadi teriakku dalam hening kaki ku kaku takdapat melangkah berat rasanya u tuk beranjak dari kosan, kupaksakan diri u tuk melawan saat aku mendengar suara Bangku yang mengatakan Anakku akanmeninggal, duniaku runtuh seketika,

 Foto satu mminggu sebelum kejadian tampak kurus 


     Pertanyaan memenuhi kepalaku kenapa bukan aku yang dihubungi orang terdekat saat iniorang yang selalu lengatur setiap kelakuan dan semua tetebengeknya, "setan teriak ku tak perduli apa kata orang saat ini belum lagi terhubung dengan nomer yang aku tuju kakak ku kembali menelepon, aku meminta nomor yang selalu menghubungi keluargaku di kampung dan puji Tuhan terhubung 
Sebagai seorang perawat tentu saja pertanyaan ku bertubi-tubi sampai tak sanggup lagi untuk di jawab. Semua pertanyaan di alihkan dan tak terjawab sesuai dengan pertanyaan Tuhan inikah arti dari mimpi ku beberapa waktu yang lalu..? Mengapa harus orang yang sangat  kami sayangi,,,,, ?"


    Tuhan berkehendak lain .dunia seketika berhenti berputar, malam semakin kelam dalam kesedihan dalam kekecewaan dalam tanggis dan semua menjadi satu dunia tak lagi indah dunia tak lagi dipenuhi tawa namun di hujaki dengan airmata kehilangan,kupacu sepeda motor revoku menuju Jakarta dari kota Cikarang memacunya sekencang yang kumau namun rasanya roda sepeda motor pun enggan untuk berputar,begitu menyesakkan dada, aku saja terpuruk apalagi bangku sebagai ayah...? Oh Tuhan mampukan dia u tuk tiba di Jakarta beaok pagi kami enam bersaudara terpisah jarak namun kami selalu di persatukan dalam setiap doa-doa kami.kala itu hidup kamiasih Morat Marit, (aku dan kedua adikku masih meniti hidup)
     Ambulance yang membawamu pulang


       Saat menapaki Rumah sakit tempat dimana jenazah di simpan semua gambaran ini mirip seperti mimpiku sehingga mbuatku tak perlu bertanya lagi aku hanya mengikuti setiap lorong seperti yang aku lihat dalam mimipi dan saat yang sama aku melihat tubuh kaku terbujur membuatku tak sanggup lagienahan amarah yang aku tahan untuk tak keluar akhirnya meledak juga, aku tau siapa yang mbuat anakkueninggal teriakku kamu,ku,kamu dan kamu, kamu menu Jul orang tanpa memikirkan apa yang akan terjadi, di sana kakak sepupuku telah ada takut sesuatu terjadi juga padaku ( karena aku vokal takut aku akan mengalami hal yang sama ,kata sensibilat tubuh kakakku) aku menyiapkan segala keperluan sebelum diandikan, sambil menunggu Ababgku menjemput kami pulang kerumah dimana orang tua dan sanak saudara menunggu kami pulang.
.      6 tahun setelah kepergian buah hatinya 
  
     Penghuni kampung kecil dimana saya dilahirkan dan dibesarka ikuterasakan kesedihan yang mendalam kampung kecilku di guyur air mata.tak ada payung yang dapatenahan setiap tetesan air mata ,mendung menyelimuti suara guruh raungan dan ya gisan memenuhi jagad raya.ketika itu dunia sekan berhenti berputar,dan takkan lagi ada matahari yang bersinar semua pergi bersamamu anakku .itu adalah rintihan hati seorang ibu,,,,,,, 

    Walau waktu terus bergulir namun kasih sayang kami padamu masih tersimpan dengan rapih dalam hati kami tangisan tanpa airmata dan teriakan tanpa suara saat mengenang mu dalam setiap doa kami beristirahatlah dalam damai Samapi bertemu kembali di tepi laut kaca dimana tiada lagi air mata.
        Rumah sentara mu di dunia fana

 Kami masih menuggu waktu Tuhan buat kami,menunggu dengan setia dalam iman dan keyakinan yang kuat untuk bertemu dengan mu di surga nanti



Mengenang mu 
😍😍😍😍😍

Komentar